Tindaklanjuti Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu, Tim Satgas Kecamatan Seberuang lakukan Pengawasan dan Pengendalian Harga BBM Jenis Pertalite.
Forum Komunikasi Pimpinan
Kecamatan ( Forkopimcam ) Kecamatan Seberuang melakukan Pengawasan dan
Pengendalian harga BBM (termasuk ketersediaan stok) jenis Pertalite bersubsidi
di Tingkat pengecer, Rabu 9 September 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak
lanjut dari Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu Nomor 3664 Tahun 2026 tentang
Pengendalian Harga BBM Jenis Pertalite Pada Tingkat Pengecer di Wilayah
Kabupaten Kapuas Hulu.
Kegiatan dimulai sekitar pukul
09.30 Wib dengan melibatkan unsur dari Polsek Seberuang, Koramil 1206-016
Seberuang serta Pemerintah Kecamatan Seberuang. Dari Polsek Seberuang diwakili oleh
Bripka. Andi Wibowo, sementara dari Koramil Seberuang diwakili oleh Serda.
Endi. Unsur Kecamatan Seberuang dipimpin langsung Camat Seberuang, Fransiskus,
S. Sos, didampingi Kasi Ekbang, Emilda Yanti, Kasi Trantib, Jonisius
Riti, S. Ak dan staf Alfonsius
Ugau, SM.
Pengawasan dilakukan di
Wilayah Desa Tajau Mada, Desa Ranyai dan Desa Pala Kota. Forkopimcam Seberuang
yang juga selaku Tim Satuan Tugas (Satgas) memberikan sosialisasi kepada para
pengecer mengenai ketentuan harga penjualan Pertalite sebagaimana diatur dalam
Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu. Berdasarkan ketentuan tersebut harga Penjualan
Pertalite bersubsidi di Tingkat pengecer ditetapkan dalam batas kewajaran
sebesar Rp. 15.000 per liter.
Dari hasil pengawasan tersebut
seluruh pengecer di Wilayah Kecamatan Seberuang masih menjual Pertalite belum sesuai dengan
ketentuan. Namun tim menemukan sejumlah pengecer yang menjual Pertalite di atas
batas kewajaran, yakni berkisar Rp.
17.000 hingga Rp. 18.000 per liter. Dari keterangan yang kami himpun dari para
pengecer bahwa mereka membeli/mendapatkan minyak BBM jenis Pertalite dari para
pengumpul/pengecer di wilayah Kabupaten Sintang dengan harga Rp. 15.000 hingga
16.000 per liter. Masih menurut keterangan dari para pengecer BBM Jenis Pertalite bersubsidi bahwa jika
mengambil ke SPBU dan APMS terdekat, seperti APMS PT. Energi Kapuas di Semitau,
setiap pengecer hanya mendapat jatah 20 liter hingga 30 liter itupun harus
mengantri berjam-jam bahkan harus membawa derigen pulang dalam keadaan kosong
karena minyak pertalite sudah habis pada saat nomor antri tiba.
Pengawasan ini merupakan upaya
bersama untuk memastikan BBM jenis Pertalite bersubsidi dapat diperoleh
masyarakat dengan harga yang wajar serta mencegah adanya pihak-pihak yang mengambil
keuntungan secara tidak wajar.
Kegiatan Pengawasan harga BBM
Jenis Pertalite berakhir sekitar pukul 12.15 Wib. dan selama kegiartan
berlangsung situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.






