Estafet Kepemimpinan Sejiram: Sekcam Maria Lalandriana Pimpin Sertijab Kades

 SEJIRAM – Pemerintahan Desa Sejiram memasuki babak baru dengan dilaksanakannya upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Desa periode 2018–2026. Agenda penting ini berlangsung khidmat di Kantor Desa Sejiram pada Senin, 11 Mei 2026.

Prosesi Sertijab dilakukan oleh Bapak Yohanes Robinson selaku Kepala Desa masa jabatan 2018–2026 kepada Ibu Lusia Aneng yang resmi mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Sejiram. Transisi kepemimpinan ini menandai dimulainya masa tugas baru dalam melanjutkan roda pembangunan di Desa Sejiram.

Mewakili Pemerintah Kecamatan Seberuang, Sekretaris Camat (Sekcam) Seberuang, Ibu Maria Lalandriana, hadir langsung untuk memimpin jalannya sertijab. Beliau memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang telah diberikan oleh pejabat lama dan memberikan pengarahan strategis bagi Pj Kades yang baru dalam mengelola administrasi serta pelayanan publik di desa.

Selain jajaran kecamatan, kegiatan ini turut disaksikan oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Kehadiran berbagai elemen desa ini menegaskan dukungan kolektif bagi kepemimpinan baru guna memastikan program-program desa tetap berjalan berkesinambungan.

Dalam arahannya, Sekcam Maria Lalandriana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan agar setiap kebijakan pembangunan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan seluruh warga Sejiram.


Pelayanan Kesehatan Jemput Bola: Pemerintah Kecamatan Seberuang Dampingi Giat PKB DTPK di Desa Emperiang

 EMPERIANG – Pemerintah Kecamatan Seberuang kembali menunjukkan komitmennya dalam memeratakan akses pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Pada Senin, 11 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (PKB DTPK) yang dipusatkan di Desa Emperiang.

Dalam kegiatan ini, Camat Seberuang diwakili oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), Bapak Bernadinus Tresna Tayam. Kehadiran beliau didampingi oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), Bapak Jonisius Riti, guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif.

Program PKB DTPK ini merupakan hasil sinergi lintas sektor yang melibatkan tim medis dari Puskesmas Seberuang sebagai tenaga ahli pemberi layanan kesehatan. Selain memberikan pelayanan KB, tim medis juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting kepada warga setempat.

Antusiasme masyarakat Desa Emperiang terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Selain unsur kecamatan dan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran Pemerintah Desa Emperiang, Kader Posyandu, tokoh perempuan, serta tokoh masyarakat desa setempat.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk pendampingan untuk memastikan masyarakat di daerah DTPK tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama berkualitasnya dengan wilayah lain," ujar Bapak Bernadinus Tresno Tayam di sela-sela kegiatan.

Melalui program jemput bola ini, diharapkan cakupan layanan kesehatan di Kecamatan Seberuang terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di wilayah pedesaan.



Estafet Kepemimpinan Desa Jerenjang: Camat Seberuang Hadiri Sertijab Kepala Desa

 SEBERUANG – Roda kepemimpinan di tingkat desa kembali bergulir. Bertempat di Desa Jerenjang, Kecamatan Seberuang, telah dilaksanakan agenda serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Desa periode 2018–2026 pada Senin, 11 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menandai berakhirnya masa jabatan Kepala Desa sebelumnya, Bapak Matias Joni, yang kemudian secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Jerenjang, Bapak Labertus Indrayadi.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos. Kehadiran beliau juga didampingi oleh jajaran dari Kantor Kecamatan Seberuang, khususnya dari bagian Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) atau Satpol PP yang diwakili oleh Bapak Anderias Nelson.

Sinergi antara pemerintah kecamatan dan desa menjadi poin utama dalam proses transisi ini. Selain unsur pimpinan kecamatan, Sertijab ini juga disaksikan oleh perangkat desa, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Desa Jerenjang.

Dalam arahannya, Camat Fransiskus menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh pejabat lama dan berharap kepada Penjabat Kepala Desa yang baru untuk segera melakukan konsolidasi guna memastikan pelayanan publik dan program-program desa tetap berjalan maksimal demi kesejahteraan masyarakat Jerenjang.



Perkuat Fasilitas Ibadah dan Jaminan Sosial, Masjid Darrul Muttaqin Terima Bantuan Fasilitas Umum Serta BPJS Ketenagakerjaan

 SEBERUANG – Masjid Darrul Muttaqin Sejiram menjadi pusat pelaksanaan kegiatan sosial yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat pada Sabtu, 9 Mei 2026. Agenda tersebut meliputi penyerahan fasilitas fisik, jaminan perlindungan kerja, hingga pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga Kecamatan Seberuang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan secara resmi bangunan tempat wudhu dan WC umum yang diperuntukkan bagi kenyamanan jemaah serta masyarakat sekitar. Selain fasilitas fisik, momen ini juga ditandai dengan penyerahan secara simbolis jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan penyaluran bantuan sembako kepada warga yang berhak menerima.

Hadir dalam agenda tersebut perwakilan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kalimantan yang didampingi oleh perwakilan Yayasan Al-Magfirah sebagai mitra kolaborasi dalam aksi sosial ini. Di tingkat pemerintahan desa, Perwakilan dari Camat Bernadinus Tresna Tayam selaku kasi kesra kantor kecamatan seberuang  dan Pj. Kepala Desa Sejiram Lusia Aneng hadir langsung bersama perangkat desa untuk mengawal jalannya acara agar tepat sasaran.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh pengurus Masjid Darrul Muttaqin serta tokoh agama dan umat Muslim di Kecamatan Seberuang. Sinergi antara lembaga jaminan sosial, yayasan, dan pemerintah desa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas di rumah ibadah, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga melalui jaminan perlindungan ketenagakerjaan yang diberikan.

Pihak Masjid Darrul Muttaqin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan ini, mengingat fasilitas tempat wudhu dan WC umum merupakan kebutuhan krusial bagi aktivitas peribadatan sehari-hari.



Sinergi Lintas Sektoral: Camat Seberuang Hadiri Sosialisasi Mitigasi Konflik Satwa di Sejiram Estate


 SEBERUANG – Langkah nyata pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pihak swasta di wilayah Kecamatan Seberuang. Pada Senin, 13 April 2026, bertempat di Club House Sejiram Estate, PT. Anugerah Makmur Sejati (AMS) sukses menyelenggarakan sosialisasi mengenai Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Mitigasi Konflik Satwa Liar.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang cukup lengkap. Selain Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos. , hadir pula Kasi Trantib Kecamatan Semitau (Atang, S. Pd) mewakili Camat Semitau, perwakilan dari BKSDA Provinsi Kalimantan Barat yaitu Bapak Erwin, NURI, dan Agusti Abdirman sebagai narasumber utama. Dari unsur pimpinan perusahaan, hadir pihak manajemen PT.AMS ( Anugerah Makmur Sejati) serta PT. Duta Nusa Lestari (DNL). Pengamanan dan ketertiban wilayah juga turut diperkuat dengan Perwakilan Polsek Seberuang dan Semitau serta Perwakilan Koramil Seberuang dan Semitau.

Keterlibatan pemerintah desa juga sangat menonjol dalam agenda ini. Tercatat dalam daftar hadir, beberapa kepala desa turun langsung, di antaranya Kades Seberuang (Sunardi), Kades Tajau Muda (Joni), dan Kades Nanga Phuis (G. Fairy Runaldo). Tak ketinggalan, dukungan administrasi kecamatan diperkuat oleh kehadiran Kasi Trantib (Jonisur Riti) dan Staf Ekbang (Alfonsus Ugau.), serta jajaran Sekretaris Desa dan Kepala Dusun dari wilayah sekitar.

Dalam sambutannya, Camat Fransiskus menekankan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan semata, melainkan tugas kolektif seluruh masyarakat. Beliau berharap ilmu yang didapat dari BKSDA dapat menjadi bekal nyata bagi warga dan karyawan dalam menjaga kekayaan alam agar terhindar dari kerusakan ekosistem dan konflik satwa.

Menutup rangkaian acara dengan penuh kehangatan, Bapak Camat membacakan sebuah pantun yang menggugah kesadaran: "Burung Cendrawasih indah warnanya, terbang bebas di hutan Papua. Mari jaga satwa langka, agar anak cucu bisa bersua,

RAT Sebagai Kekuasaan Tertinggi: Camat Seberuang Hadiri Rapat Anggota Tahunan Koperasi Produsen Usaha Milik Bersama



SUNGAI RINGIN – Koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan harus dikelola dengan transparansi dan partisipasi aktif anggotanya. Hal ini ditegaskan oleh Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Usaha Milik Bersama (UMB) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor PPSMMB, Dusun Sungai Ringin, Desa Seberu, pada Selasa (31/03/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan sistem delegasi ini menjadi momentum penting bagi para petani sawit di wilayah tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kab. Kapuas Hulu (Abdul Hamid), Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kapuas Hulu (Fery Suryanata, S.Hut), Camat Silat Hilir (Edi Suharta, S.Pd, M.Si), perwakilan WWF, serta para Kepala Desa terkait.

Dalam arahannya, Camat Seberuang memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus yang mampu menyelenggarakan RAT secara teratur. Menurutnya, kepatuhan menyelenggarakan RAT adalah indikator utama kesehatan sebuah organisasi koperasi.

"Forum rapat anggota seperti ini merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi. Di sinilah setiap anggota memiliki hak bicara dan mengeluarkan pendapat untuk menentukan arah masa depan koperasi," tegas Fransiskus.

Beliau menekankan agar seluruh perwakilan anggota yang hadir tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar mencermati laporan pertanggungjawaban pengurus, baik dari aspek organisasi, keuangan, maupun perkembangan unit usaha sepanjang tahun 2025.

Camat Fransiskus meyakini bahwa meski masih ada kekurangan, kerja keras pengurus patut didukung dengan solusi bersama. "Mari kita bersama-sama memikirkan solusi terbaik agar di tahun-tahun mendatang koperasi ini terus berkembang dan lebih maju lagi," ajaknya.

Di sela arahannya, Camat Seberuang juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada pihak WWF Perwakilan Kapuas Hulu. Apresiasi ini diberikan atas dedikasi luar biasa WWF dalam memberikan pendampingan kepada petani sawit, khususnya Kelompok Tani (Poktan) Berkat Usaha Mandiri Desa Palakota selama kurang lebih 7 tahun terakhir.

Menutup sambutannya, Camat Fransiskus mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya RAT ini kepada seluruh jajaran pengurus, pengawas, dan anggota. Ia berharap hasil keputusan rapat ini dapat membawa kesejahteraan yang lebih nyata bagi seluruh keluarga besar Koperasi Usaha Milik Bersama.

Pemerintah Kecamatan Seberuang Gelar Sosialisasi Pilkades 2026, Tekankan Sinergitas Kades dan BPD

 SEBERUANG – Pemerintah Kecamatan Seberuang melaksanakan agenda penting dalam rangka persiapan pesta demokrasi tingkat desa melalui Sosialisasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Seberuang pada Senin (30/03/2026).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Camat Seberuang dan turut didampingi oleh Kapolsek Seberuang. Sosialisasi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari empat desa, yakni Kepala Desa (Kades) serta Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Desa Jerenjang, Desa Emperiang, Desa Nanga Pala, dan Desa Sejiram.

Dalam arahannya, Camat Seberuang menyampaikan bahwa keberhasilan Pilkades sangat bergantung pada pemahaman regulasi oleh para penyelenggara di tingkat desa. Beliau meminta agar Kades dan BPD bersinergi menjaga netralitas dan integritas demi terciptanya proses demokrasi yang sehat.

"Peran BPD dan Kepala Desa sangat sentral sebagai penengah dan pengayom masyarakat. Saya berharap perwakilan dari Jerenjang, Emperiang, Nanga Pala, dan Sejiram yang hadir hari ini dapat mensosialisasikan kembali aturan teknis ini kepada warga agar tidak terjadi simpang siur informasi," tegas Camat.

Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Seberuang memberikan penekanan khusus terkait aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Beliau menghimbau seluruh perangkat desa untuk waspada terhadap potensi konflik dan provokasi yang mungkin muncul selama tahapan pemilihan berlangsung.

"Kami dari pihak kepolisian siap mengawal jalannya Pilkades. Namun, dukungan dari tokoh masyarakat dan perangkat desa di tiap-tiap desa sangat kami harapkan untuk memastikan situasi tetap kondusif hingga hari pemungutan suara nanti," ujar Kapolsek.

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan diskusi teknis mengenai mekanisme pendaftaran pemilih dan syarat pencalonan. Dengan melibatkan langsung pimpinan desa dan BPD, Kecamatan Seberuang berharap Pilkades di empat desa tersebut dapat berjalan jujur, adil, dan sukses tanpa kendala berarti.



​Sinergi Cepat! Forkopimcam Seberuang dan PT AMS Region Sejiram Perbaiki Jalan Putus di Dusun Ranyai Hilir

 SEBERUANG – Akses transportasi di wilayah Dusun Ranyai Hilir, Desa Ranyai, Kecamatan Seberuang, kini kembali mendapat perhatian serius. Pada hari ini, Rabu, 25 Maret 2026, jajaran Forkopimcam Kecamatan Seberuang bergerak cepat menggandeng PT. AMS Region Sejiram untuk menangani kerusakan jalan yang cukup parah akibat jebolnya infrastruktur gorong-gorong

​Curah hujan atau faktor usia teknis menyebabkan robohnya gorong-gorong di titik tersebut, yang kemudian memicu genangan air besar dan erosi di badan jalan. Kondisi ini sempat mengancam keselamatan jiwa para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan roda empat yang melintas, mengingat lubang yang terbentuk cukup dalam dan lebar, 

​Menyikapi hal tersebut, Camat Seberuang beserta unsur Forkopimcam lainnya langsung turun ke lapangan untuk meninjau proses perbaikan. Tidak menunggu lama, PT. AMS Region Sejiram memberikan respon positif dengan mengerahkan satu unit ekskavator (SANY) untuk melakukan normalisasi aliran air dan pemasangan gorong-gorong beton yang baru.

​"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Kolaborasi dengan pihak swasta seperti PT. AMS sangat membantu percepatan penanganan infrastruktur yang rusak demi kelancaran ekonomi dan aktivitas masyarakat," ujar perwakilan dari Kecamatan Seberuang di lokasi proyek.

​Proses Pengerjaan

​Dari pantauan di lokasi, terlihat petugas bahu-membahu:

​Alat Berat: Ekskavator bekerja mengeruk tanah dan memposisikan gorong-gorong beton.

​Manual: Warga dan petugas membantu mengarahkan aliran air agar proses pemasangan lebih presisi.

​Material: Penyiapan timbunan tanah dan batu untuk menutup kembali lubang jalan agar segera fungsional.

​Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan arus lalu lintas dari dan menuju Desa Ranyai kembali normal dalam waktu singkat. Pemerintah setempat juga menghimbau warga agar tetap berhati-hati selama proses pengerjaan berlangsung.



Penuh Haru dan Motivasi, PKM Mahasiswa Biologi STKIP Sintang di Desa Gurung Resmi Ditutup

 GURUNG, SEBERUANG – Setelah melaksanakan berbagai program kerja selama kurang lebih empat hari, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Persada Khatulistiwa Sintang di Desa Gurung, Kecamatan Seberuang, resmi ditutup oleh Camat Seberuang pada Rabu (11/03/2026).

Acara penutupan yang berlangsung di SMPN 3 Satap Seberuang ini dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan kecamatan (Forkopimcam), tokoh adat, tokoh agama, serta pihak manajemen BTM dan CU Tritapang Kasih.

Dalam sambutan penutupnya, Camat Seberuang, Bapak Fransiskus, S.Sos., menekankan bahwa PKM bukan sekadar formalitas akademik, melainkan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beliau memberikan motivasi tinggi kepada para mahasiswa sebagai calon tenaga pendidik masa depan.

"Mahasiswa harus serba tahu karena kalian adalah jembatan antara teori dan praktik. Saya mengapresiasi STKIP karena banyak jebolan kampus ini yang telah mengabdi di Kecamatan Seberuang sebagai PNS maupun PPPK. Kualitasnya sudah terjamin," ujar Bapak Fransiskus. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk terus melanjutkan studi hingga jenjang S2 demi menjawab tuntutan zaman.

Momen menyentuh datang dari Temenggung Suku Suhaid sebagai perwakilan masyarakat. Beliau mengibaratkan kehadiran mahasiswa seperti menanam benih yang diharapkan akan berbuah manis bagi kemajuan petani dan pekebun di Desa Gurung.

"Kejarlah cita-cita setinggi langit, namun tetaplah rendah hati seperti rumput di bumi, karena kalian adalah tonggak masa depan," pesan sang Temenggung dalam sambutannya yang sarat akan makna.

Dukungan senada disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SDN 5 Seberuang mengingatkan mahasiswa untuk segera mempersiapkan diri mengikuti Sertifikasi Pendidik (PPG) setelah lulus. Sementara itu, Kepala SMPN 3 Satap Seberuang menyatakan rasa bangganya menjadi tuan rumah dan siap mendukung jika ada kegiatan serupa di masa mendatang.

Kepala Desa Gurung juga menyampaikan rasa bangganya. Beliau berharap agar interaksi singkat ini dapat memotivasi anak-anak di Desa Gurung agar tidak putus sekolah dan memiliki semangat belajar yang tinggi seperti para mahasiswa.

Acara penutupan ini dimeriahkan dengan penampilan tarian dari para siswa, pemutaran video dokumenter yang merangkum seluruh kegiatan mahasiswa selama 4 hari, serta pembagian hadiah dan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada mahasiswa PKM.

Ketua HMPS yang mewakili dosen pendamping menyampaikan permohonan maaf serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Gurung yang telah memfasilitasi kegiatan ini dengan sangat baik.

Dengan ketukan palu dari Camat Seberuang, seluruh rangkaian PKM Biologi STKIP Sintang tahun 2026 di Desa Gurung dinyatakan resmi berakhir, namun tali silaturahmi antara civitas akademika dan masyarakat diharapkan tetap terjaga erat.



PENYALURAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN: PEMBAGIAN BIBIT IKAN LELE JUMBO UNTUK KELOMPOK TANI DESA BELUIS HARUM

 


Beluis Harum, Seberuang — Pemerintah Desa Beluis Harum Kecamatan Seberuang kembali melaksanakan program ketahanan pangan melalui penyaluran bibit ikan lele jumbo kepada kelompok tani desa. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di area kolam kelompok tani Desa Beluis Harum.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos, Kepala Desa Beluis Harum, anggota BPD, TPK, pendamping desa, serta ketua dan anggota Kelompok Tani Desa Beluis Harum.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, sebanyak 2.000 bibit ikan lele jumbo dibagikan kepada masing-masing kelompok tani secara simbolis. Penyerahan ini menjadi langkah strategis pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Dalam arahannya, Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos, menegaskan bahwa program ketahanan pangan harus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang membesarkan ikan dan menjualnya, tetapi harus ada perputaran ekonomi. Setelah panen, kelompok tani wajib membeli bibit baru agar kegiatan ini tetap berlanjut. Selain itu, hasil produksi juga diharapkan masuk pada program pemenuhan gizi (SPPG) untuk mendukung program makanan bergizi gratis,” tegasnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah menetapkan regulasi penggunaan Dana Desa tahun 2025, dimana minimal 20 persen Dana Desa wajib dialokasikan untuk ketahanan pangan, sesuai amanat Peraturan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025. Pelaksanaan diarahkan melalui kelompok tani agar berdampak langsung kepada masyarakat dan tidak hanya bersifat seremonial.

Adapun ruang lingkup program ketahanan pangan mencakup sektor:

  • Pertanian: padi dan jagung

  • Perkebunan: buah-buahan dan sayuran

  • Perikanan: lele, nila, bawal

  • Peternakan sesuai potensi lokal, termasuk ayam dan sapi

Rapat musyawarah kelompok tani selanjutnya akan membahas pola distribusi hasil, perawatan kolam, keberlanjutan pembibitan, serta pembinaan teknis.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis bibit ikan lele jumbo kepada kelompok tani Desa Beluis Harum sebagai tanda dimulainya program ketahanan pangan berbasis perikanan secara resmi.

Rembuk Stunting Tingkat Desa Pala Kota dalam Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting

 

Pala Kota, 24 Oktober 2025

Pemerintah Desa Pala Kota bersama Pemerintah Kecamatan Seberuang melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa dalam rangka percepatan pencegahan dan penurunan stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Pala Kota dan dihadiri oleh unsur kesehatan, pendidikan, kader posyandu, tokoh masyarakat, TPK, KPM, serta pihak Kecamatan Seberuang dan Puskesmas.

Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos, dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terarah, terukur, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Persoalan stunting adalah masalah serius, bahkan lebih serius dibandingkan isu ketahanan pangan. Rembuk stunting sangat penting untuk mengungkap permasalahan di desa, sekaligus menjadi bahan evaluasi sejauh mana dana desa telah berdampak bagi pencegahan stunting,” tegas Camat.

Beliau menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk sejak masa kehamilan. Peran kader posyandu harus berjalan optimal, sedangkan pemberian makanan tambahan bagi anak stunting harus dilakukan dengan pendampingan dan perlakuan khusus, bukan hanya sekadar pembagian bantuan.

Camat juga menyoroti faktor pendukung stunting seperti akses air bersih, pola konsumsi, dan perilaku hidup bersih. Menurutnya, meskipun penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, langkah-langkah nyata perlu terus diupayakan agar angka stunting menurun dari tahun ke tahun.

“Saya hadir di sini sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan, sesuai amanah Perpres. Pencegahan dimulai dari remaja, lalu ibu hamil, hingga balita. Ketidakteraturan posyandu dapat menjadi penyebab stunting, sehingga layanan kesehatan dasar harus benar-benar berjalan,” tambahnya.


Kepala Desa Pala Kota dalam penyampaiannya menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan komunikasi yang jujur dan terbuka antar kader, KPM, dan pemerintah desa.

Beliau meminta para kader untuk tidak sungkan menyampaikan kendala atau kebutuhan yang berkaitan dengan gizi, PMT, maupun pendampingan ibu hamil dan balita.

“Stunting bukan hanya soal gizi. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Karena itu, saya harap para kader dan KPM dapat terus menyampaikan kendala di lapangan, sehingga program desa dapat diarahkan sesuai kebutuhan,” ungkap Kepala Desa.


Setelah penyampaian Camat dan Kepala Desa, kegiatan dilanjutkan dengan:

  • Pemaparan materi mengenai penyebab stunting oleh Ahli Gizi Puskesmas Seberuang
  • Diskusi kader posyandu dan KPM terkait hambatan dalam pendampingan lapangan
  • FGD penetapan usulan kegiatan prioritas untuk tahun anggaran berikutnya

Salah satu poin penting yang disepakati adalah bahwa KPM wajib mengetahui dan melaporkan penyebab masalah secara spesifik di setiap kasus, agar intervensi yang diberikan tepat sasaran.


Beberapa kesepakatan program yang menjadi prioritas dalam pencegahan stunting, antara lain:

  1. Penyuluhan dan pertemuan ibu hamil secara berkala (6 kali setahun)
  2. Edukasi pola asuh dan gizi seimbang
  3. Spanduk edukasi dan pamplet
  4. Suplemen Vitamin D dan Tablet Tambah Darah untuk remaja putri
  5. Susu tambahan bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi
  6. Penguatan pendampingan KPM dan kader posyandu

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemerintah Desa Pala Kota dan Pemerintah Kecamatan Seberuang berharap seluruh pihak dapat bekerja bersama, saling mendukung, dan menjaga komitmen dalam upaya menurunkan angka stunting.

Sinergi Pemda dan Desa: Sosialisasi Pembiayaan Koperasi Merah Putih Digelar di Kecamatan Seberuang

 

Seberuang, 28 Oktober 2025 Dalam rangka memperkuat pengelolaan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kecamatan Seberuang, Pemerintah Kecamatan Seberuang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Bisnis dan Sistem Pembiayaan Kopdes Merah Putih, bertempat di Aula Kantor Camat Seberuang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu Agustinus Sargito, S.Sos., M.Si, Kabid Koperasi Sutrisna, SE, beserta jajaran. Hadir pula perwakilan Kapolsek Seberuang, Danramil 016 Seberuang, Pendamping Desa para Pendamping Kopdes Merah Putih, Kepala Desa, serta Ketua Kopdes Merah Putih, sekretaris dan Bendahara dari 15 desa se-Kecamatan Seberuang.

Dalam sambutannya, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta, serta menekankan pentingnya kekompakan dan keseriusan desa dalam menjalankan program Koperasi Merah Putih. Camat juga mengingatkan bahwa Pemerintah Pusat saat ini sedang melakukan percepatan pembentukan dan penguatan permodalan koperasi desa.

“Suka tidak suka, siap atau tidak siap, kita harus mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat. Persiapan modal dan administrasi koperasi wajib dipenuhi secara benar, termasuk dokumen akta notaris dalam bentuk PDF agar tidak menghambat proses penyaluran dana,” ujar Camat.

Beliau juga berharap tidak terjadi perubahan yang mempengaruhi APBDes terkait permodalan koperasi, serta meminta agar peserta mengikuti sosialisasi hingga selesai agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kapuas Hulu, Agustinus Sargito, S.Sos., M.Si, dalam arahannya menegaskan bahwa Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara memiliki peran strategis dalam manajemen Kopdes, karena masing-masing memiliki tanggung jawab pengawasan dan pengambilan keputusan.

“Sebelum koperasi berjalan penuh, kita harus menyamakan persepsi, memahami mekanisme operasional, dan memastikan kegiatan koperasi berjalan efektif, tepat sasaran, serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegas beliau.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan aplikasi SimKopdes, yaitu sistem pelaporan dan pengelolaan keuangan koperasi desa yang menjadi syarat untuk kerja sama dengan bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BSI, dan BNI, serta mitra BUMN lainnya seperti Bulog, Pertamina, Pupuk Indonesia, Kimia Farma, dan PLN.

Pendamping Kopdes Merah Putih telah ditugaskan di setiap desa untuk melakukan pembinaan selama 3 bulan (Oktober–Desember). Diharapkan setelah masa pendampingan selesai, pengurus Kopdes mampu menjalankan koperasi secara mandiri.

Dalam penutupnya, Dinas Koperasi mengingatkan agar seluruh pelaksanaan kegiatan koperasi tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jangan mengambil risiko yang dapat menimbulkan permasalahan hukum. Jika masih dalam kesalahan administratif, itu dapat diperbaiki. Namun jika sampai merugikan keuangan negara, maka konsekuensinya sangat berat,” tegasnya.

Camat Seberuang juga meminta agar seluruh proses dan kendala pelaksanaan Kopdes Merah Putih dikoordinasikan ke Pendamping koperasi atau asisten bisnis, sehingga kegiatan koperasi dapat berjalan terarah, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Badan Kerjasama Antar Desa Kecamatan Seberuang Gelar Penyuluhan Aplikasi Coretax

 Seberuang, 25 September 2025 – Badan Kerjasama Antar Desa Kecamatan Seberuang bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kabupaten Kapuas Hulu menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi aplikasi Coretax. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Camat Seberuang pada Kamis (25/09/2025) ini diikuti oleh para sekretaris desa serta kepala urusan (Kaur) keuangan dari seluruh desa se-Kecamatan Seberuang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos., Kepala KP2KP Kapuas Hulu, Rabith Alam, Pelaksana KP2KP, Jevano Aldridesen, PAAPN Muhamad Adit Ramadhan, serta para bendahara dan sekretaris desa.

Dalam sambutannya, Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman aparatur desa terkait kewajiban perpajakan, khususnya dalam memanfaatkan aplikasi Coretax yang menjadi sistem perpajakan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak.

“Melalui aplikasi ini, kita dapat mewujudkan tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan akuntabel. Saya berharap seluruh aparatur desa benar-benar memahami mekanisme yang disampaikan narasumber, sehingga ke depan tidak ada lagi kendala dalam pelaporan maupun kewajiban pajak,” ujar Fransiskus.

Sementara itu, Kepala KP2KP Kapuas Hulu, Rabith Alam, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Coretax merupakan inovasi digital perpajakan yang bertujuan menyederhanakan proses administrasi, pelaporan, serta pembayaran pajak. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan aparatur desa lebih mudah dalam mengelola kewajiban perpajakan tanpa harus menghadapi prosedur yang rumit.

Kegiatan penyuluhan berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Para sekretaris desa maupun Kaur keuangan aktif mengajukan pertanyaan terkait kendala teknis yang selama ini mereka hadapi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur desa di Kecamatan Seberuang dapat semakin memahami kewajiban perpajakan, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik dan sesuai regulasi.