Gelar Rembuk Stunting di Desa Nanga Pala, Camat Seberuang Tekankan Sinergi Lintas Sektor untuk APBDes 2027
NANGA PALA, SEBERUANG – Pemerintah Desa Nanga Pala sukses menyelenggarakan kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa yang bertempat di kantor Desa Nanga Pala, Kecamatan Seberuang, pada Rabu, 29 Juli 2026. Forum strategis ini digelar sebagai upaya memperkuat perencanaan dan penanganan tengkes (stunting) berbasis konvergensi tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., didampingi staf Kecamatan Alfonsus Ugau Liquori, S.M. Turut hadir Kepala Desa Terpilih Desa Nanga Pala Arif.P, Penjabat (Pj) Kepala Desa Nanga Pala Jonisius Riti beserta jajaran perangkat desa, Pendamping Desa (PD) Dominikus, Ketua dan anggota BPD Desa Nanga Pala, perwakilan Polsek Seberuang Andi Wibowo, serta tim medis Puskesmas Seberuang yang diwakili oleh Ahli Gizi Siti Romlah bersama Bidan Puskesmas.
Selain jajaran pemerintah dan unsur muspika, forum ini juga diikuti secara aktif oleh elemen garda terdepan di lapangan, seperti Kader Posyandu Desa Nanga Pala, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Guru PAUD, serta para ibu hamil dan ibu balita setempat.
Camat Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam arahannya, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos. menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan komitmen dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan instansi.
"Untuk menangani kasus stunting yang ada, semua pihak terkait harus bekerja sama secara proaktif dan seoptimal mungkin. Penanganan stunting ini bukan hanya tanggung jawab tim kesehatan belaka, melainkan semua sektor harus benar-benar terlibat dan saling bahu-membahu—mulai dari tingkat kecamatan, pemerintah desa, kader, hingga lingkungan keluarga di rumah," tegas Camat Fransiskus.
Beliau juga mengingatkan bahwa hasil dari rembuk stunting ini merupakan landasan krusial dan syarat utama dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) serta penganggaran APBDes Tahun Anggaran 2027.
Evaluasi Positif Capaian Penurunan Stunting
Pada kesempatan tersebut, Camat Seberuang turut memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak atas tren positif penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Seberuang berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG).
"Jika pada tahun 2025 angka stunting di Kecamatan Seberuang berada di level 34,4%, berkat kerja keras dan sinergi kita bersama, angka tersebut berhasil kita tekan menjadi 31,9% pada semester 1 tahun 2026. Harapan kita bersama, tren penurunan ini terus berlanjut secara konsisten," tambahnya.
Kesepakatan dan Usulan Prioritas RKPDes Nanga Pala
Melalui sesi musyawarah dan diskusi terarah, Rembuk Stunting Desa Nanga Pala berhasil merumuskan sejumlah usulan dan kesepakatan bersama yang akan direkomendasikan masuk ke dalam RKPDes Nanga Pala, antara lain:
Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Alokasi PMT yang tepat sasaran bagi Ibu Hamil risiko Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita kurang gizi.
Peningkatan Kapasitas SDM: Pelatihan dan pembekalan berkala bagi Kader Posyandu Balita, Kader Ibu Hamil, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Kesehatan & Gizi: Pengadaan obat-obatan pendukung serta suplementasi vitamin.
Dukungan Operasional & Sarpras: Penyediaan dana operasional Posyandu serta pengadaan sarana-prasarana penunjang pemantauan tumbuh kembang anak.
Jemput Bola: Pelaksanaan pemantauan dan kunjungan lapangan secara berkala ke rumah-rumah sasaran konvergensi stunting.
Dengan dilaksanakannya rembuk stunting ini, Pemdes Nanga Pala berkomitmen penuh untuk mengawal usulan masyarakat demi mewujudkan generasi Desa Nanga Pala yang sehat dan bebas dari stunting.







