Susun Rencana Kerja 2027, BPD dan Pemdes Seneban Sukses Gelar Musdes Penyusunan RKPDes

 SENEBAN, SEBERUANG – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Seneban sukses menyelenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) tentang perencanaan desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Seneban Tahun Anggaran 2027. Forum pengambilan keputusan ini bertempat di Gedung Serba Guna Desa Seneban pada Selasa, 14 Juli 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua BPD Seneban Mikael Nasution, didampingi Sekretaris BPD Aloesius Tomi Cici selaku notulis. Hadir sebagai narasumber utama yakni Kepala Desa Seneban Yohanes Meigelheis, S.IP, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., Pendamping Desa Dominikus, serta Pendamping Lokal Desa Stepanus Budiharjo. Acara ini juga diikuti oleh seluruh jajaran perangkat desa, anggota BPD, perwakilan dusun, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta keterwakilan perempuan dan tenaga kesehatan desa.

Ketua BPD Seneban, Mikael Nasution selaku pimpinan musyawarah menyatakan bahwa Musdes ini berfokus pada tiga materi inti: penyampaian rancangan RKP Desa dan DU-RKP Desa, penyampaian pandangan resmi BPD hasil serap aspirasi, serta penjaringan aspirasi langsung dari masyarakat peserta musyawarah. Seluruh keputusan dan penetapan usulan berhasil diambil secara musyawarah mufakat dan aklamasi.

Berdasarkan hasil rekapitulasi usulan pembangunan yang masuk dari berbagai dusun (termasuk usulan kelompok tani dan masyarakat Dusun Laung serta Dusun Seneban), tim perumus berhasil memetakan puluhan program prioritas.

Dalam notulensi resmi Musdes, tercatat beberapa usulan pembangunan infrastruktur berskala besar dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diajukan baik melalui pos Dana Desa (DD) maupun Daftar Usulan (DU) kabupaten, di antaranya:

  • Sektor Air Bersih & Pemukiman: Pembangunan air bersih/pipanisasi Sungai Beguhung (3 km), rehabilitasi jembatan kayu ke cor beton di beberapa titik (Batang Laung, Sungai Temawang, Sungai Kelandin), lanjutan rabat beton jalan usaha tani, serta usulan bantuan sosial perumahan swadaya (BSPS).

  • Sektor Pertanian & Ketahanan Pangan: Pembangunan/peningkatan kolam ikan ketahanan pangan, bantuan bibit ikan konsumsi, bibit pakan, serta bantuan bibit ikan arwana.

  • Sektor Pendidikan & Sosial Keagamaan: Pembangunan/rehabilitasi gedung PAUD ($10\text{ m} \times 16\text{ m}$), peningkatan lapangan bola, pemagaran dan rehabilitasi Gereja Santo Fransiskus Xaverius Seneban, serta pelatihan bagi pemimpin ibadat.

  • Sektor Kebudayaan & Kelembagaan: Alokasi bantuan operasional RT dan Dusun, pembentukan sanggar desa/dusun, serta bantuan dana operasional untuk pelaksanaan Ritual Adat dan Gawai Dayak tingkat desa.

  • Usulan Khusus Kewilayahan (Dusun Laung): Usulan pembebasan lahan masyarakat dari kawasan Hutan Lindung (HL), pembangunan menara telekomunikasi (tower), pengadaan pinguin air per rumah, peningkatan jalan poros Laung-Seneban, serta pengadaan alat penunjang irigasi dan pertanian bagi kelompok tani setempat.

Kepala Desa Seneban, Yohanes Meigelheis, S.IP, menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh hasil kesepakatan Musdes ini agar masuk ke dalam tahapan verifikasi dokumen RKPDes formal, sehingga pemanfaatan anggaran tahun 2027 benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar seluruh warga Desa Seneban


Tekan Angka Stunting, Pemdes Seneban Gelar Rembuk Stunting untuk Amankan Usulan Prioritas APBDes 2027

 SENEBAN, SEBERUANG – Guna memastikan integrasi pelaksanaan intervensi penurunan angka stunting secara konvergen, Pemerintah Desa Seneban menggelar agenda strategis Rembuk Stunting Tingkat Desa Tahun 2026. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Serba Guna Desa Seneban pada Selasa, 14 Juli 2026.

Rembuk stunting ini dihadiri oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., Ahli Gizi Puskesmas Seberuang Ibu Siti Romlah, Livia G dari Puskesmas, Kepala Desa Seneban Yohanes Meigelheis, S.IP, Ketua BPD Seneban Mikael Nasution selaku pimpinan musyawarah, bidan desa, perangkat desa, kepala dusun, ketua adat, kader posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kader Pembangunan Manusia (KPM), Pendamping Desa (PD) Dominikus, serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Stepanus Budiharjo.

Dalam arahannya, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos. mengingatkan kembali mandat nasional mengenai percepatan penurunan stunting.

"Sesuai instruksi Presiden dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021, penanganan stunting harus dilakukan melalui semangat gotong royong lintas sektor. Mengapa saya selalu hadir langsung di desa-desa? Karena saya memegang amanah sebagai Ketua Tim Penanganan Stunting tingkat kecamatan. Rembuk stunting hari ini adalah syarat mutlak dalam penganggaran APBDes tahun 2027," jelas Camat Fransiskus.

Beliau juga sangat mengharapkan peran aktif dari TPK, kader, dan ibu hamil untuk mendeteksi tingkat kerawanan stunting sejak dini di lapangan.

"Melalui rembuk ini, kita harus melihat sejauh mana progres penanganan yang sudah berjalan di tahun ini, mengidentifikasi apa saja hambatan dan penyebabnya, lalu mendiskusikan bersama solusi konkrit pencegahannya untuk disepakati ke dalam RKPDes," tambahnya.

Ahli Gizi Puskesmas Seberuang, Ibu Siti Romlah, memberikan pemahaman mendalam terkait penanganan stunting yang bersifat akumulatif atau bertahap dari tahun ke tahun.

"Stunting tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap. Penanganan terbaik harus ditekan sejak dini dari kelompok remaja putri serta calon pengantin (catin). Kami sangat menyarankan agar bayi di bawah usia 2 tahun wajib diberikan ASI Eksklusif dan menghindari susu formula jika tidak darurat. Intervensi di bawah usia 2 tahun (baduta) masih sangat efektif dilakukan, tetapi jika anak sudah memasuki usia 2 hingga 5 tahun, potensinya akan sangat sulit dicegah," papar Siti Romlah.

Dalam sesi diskusi, perwakilan kader desa memaparkan data riil di lapangan, di mana terdapat 43 sasaran yang dipantau, dengan catatan ada 1 anak yang mendekati usia 5 tahun mengalami tinggi badan yang tidak sesuai standar. Namun, pihak orang tua masih enggan menerima kondisi tersebut sehingga anak yang bersangkutan menjadi jarang dibawa ke kegiatan posyandu.

Selain itu, kader mengeluhkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari posyandu yang sempat terhenti akibat ketiadaan anggaran operasional. Merespons hal tersebut, pihak gizi Puskesmas menyarankan agar desa mulai mengoptimalkan pemanfaatan PMT berbasis pangan lokal. Sementara terkait teknis pengelolaan dana anggaran stunting yang telah disediakan oleh desa, ketua kader diminta segera berkoordinasi secara intensif dengan jajaran Pemdes Seneban.

Melalui berita acara yang ditandatangani bersama, rembuk stunting Desa Seneban berhasil menyepakati 12 poin usulan prioritas untuk tahun anggaran 2027, antara lain:

  1. Peningkatan PMT (buah-buahan, daging, susu) bagi balita, ibu hamil (bumil), serta anak PAUD.

  2. Pengadaan susu khusus bagi ibu hamil berisiko.

  3. Penyediaan makanan tambahan untuk anak Bawah Garis Merah (BGM).

  4. Pelatihan kader dalam pengelolaan masakan PMT lokal.

  5. Penyuluhan intensif bagi orang tua anak baduta dan bumil berisiko.

  6. Peningkatan penyuluhan/posyandu bagi Remaja Putri (Rematri).

  7. Sinkronisasi hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) dari Puskesmas sebelum penyusunan RKPDes.

  8. Pengadaan alat penunjang kesehatan posyandu (Stik HB, gula darah, kolesterol, asam urat, alat timbang balita/dewasa/bumil, alat ukur tinggi badan, dan lingkar kepala).

  9. Alokasi tambahan biaya operasional untuk kader TPK-PPS.

  10. Rehabilitasi fisik gedung Postu dan Posyandu.


Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Seberuang Gelar Rapat Persiapan Keikutsertaan Pekan Gawai Dayak Kapuas Hulu

 SEBERUANG, KAPUAS HULU – Pemerintah Kecamatan Seberuang bergerak cepat menindaklanjuti agenda kebudayaan tingkat kabupaten. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Seberuang pada Rabu, 1 Juli 2026, digelar rapat koordinasi lintas sektor guna mematangkan persiapan keikutsertaan kontingen Kecamatan Seberuang dalam ajang Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Kapuas Hulu.

Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., dan dihadiri oleh Ketua DAD Kecamatan Seberuang Robertus Achiang, Temenggung Suku Suhaid Petrus Sumadi, Ketua DPC Sabang Merah Yohanes Tuai, para Kepala Desa se-Kecamatan Seberuang, serta para Ketua Sanggar Seni setempat.

Dalam sambutannya, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah untuk merespons surat resmi dan undangan dari panitia PGD Kabupaten Kapuas Hulu.

"Maksud dan tujuan kami mengundang Bapak dan Ibu hari ini adalah untuk menindaklanjuti surat dari kabupaten. Kita perlu menyikapi bersama bagaimana teknis partisipasi kita nanti. Pada intinya, kita wajib berpartisipasi untuk menampung aspirasi kesenian dan permainan tradisional masyarakat Seberuang. Sangat tidak baik jika kita tidak ikut serta dalam gawai tingkat kabupaten ini," ujar Camat Fransiskus.

Camat juga menyayangkan adanya beberapa sanggar seni di Seberuang yang sebelumnya menerima bantuan dari pemerintah pusat namun tidak hadir dalam rapat koordinasi ini. Kendati demikian, beliau berharap forum tetap fokus berembuk bersama terkait pemetaan jenis lomba serta skema penganggaran kontingen.

"Kita harus cermat menghitung pertimbangan anggaran berdasarkan evaluasi keikutsertaan kita pada tahun 2025 lalu, termasuk memastikan aspek keamanan bagi seluruh peserta yang akan berangkat nanti," tambahnya.

Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, forum resmi membentuk struktur kepanitiaan kontingen Kecamatan Seberuang untuk PGD Kabupaten Kapuas Hulu dengan susunan sebagai berikut:

  • Ketua Panitia: Robertus Achiang (Ketua DAD Kecamatan Seberuang)

  • Sekretaris: Bujang Mulyadi, S.Sos.

  • Bendahara: Ewaldus Didi Suhardi (Sekdes Belikai)

Adapun sejumlah cabang perlombaan tradisional yang dijadikan acuan untuk diikuti oleh kontingen—dengan catatan jika kondisi anggaran mencukupi—meliputi perlombaan Sumpit, Gasing (perorangan dan regu), Ketapel (perorangan dan regu), serta Melukis Perisai. Ketua DPC Sabang Merah Yohanes Tuai menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya perlombaan sumpit. Sementara untuk cabang Tari Kreasi Dayak, panitia mengonfirmasi akan mendelegasikan Sanggar Hulu Bala jika kesiapan anggaran telah terpenuhi.

Ketua DAD Seberuang, Robertus Achiang, memberikan pandangan strategis mengenai efisiensi anggaran di tingkat lapangan.

"Mengingat kondisi dana di tingkat desa saat ini memang sudah tidak ada untuk pos ini, maka kita harus jeli. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk mendirikan stan pameran, melainkan fokus pada keikutsertaan lomba saja agar anggaran kita tidak membengkak. Kami juga sangat mengapresiasi langkah cepat Pak Camat yang luar biasa karena sudah bergerak duluan menyusun dan mengajukan proposal bantuan," kata Robertus Achiang.

Menyikapi keterbatasan anggaran, Camat Fransiskus, S.Sos. memaparkan sejumlah langkah taktis dan opsi efisiensi yang telah disepakati bersama oleh seluruh peserta rapat. Di sektor konsumsi, panitia sepakat untuk tidak menerapkan sistem masak dapur mandiri di lokasi kegiatan.

"Untuk konsumsi, demi efisiensi biaya, kita putuskan untuk tidak menyewa alat masak dan mengangkut logistik dapur ke sana karena biayanya jauh lebih besar. Lebih baik kita hitungkan langsung dengan sistem nasi bungkus tiga kali sehari dari penyedia jasa masak di lokasi," jelas Camat.

Terkait pemenuhan dana, Camat menjelaskan bahwa proposal resmi telah dikirimkan ke berbagai lembaga keuangan dan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Seberuang. Selain itu, pengumpulan dana juga akan menggalang partisipasi dari para pemilik warung hiburan di wilayah setempat.

Guna memperkuat lini keuangan, Ketua DPC Sabang Merah Yohanes Tuai turut dimasukkan ke dalam jajaran Seksi Dana. Pengalaman luas beliau diharapkan mampu mendongkrak pengumpulan anggaran operasional kontingen sehingga Kecamatan Seberuang dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi di Pekan Gawai Dayak Kapuas Hulu 2026.



Bukan Sekadar Formalitas Pencairan Dana Desa, Pemdes Sejiram Gelar Rembuk Stunting untuk Susun Rencana APBDes 2027

 SEJIRAM, SEBERUANG – Pemerintah Desa Sejiram menggelar kegiatan Rembuk Stunting tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Aula Desa Sejiram pada Senin, 29 Juni 2026. Forum krusial ini dilaksanakan bukan hanya sebagai pemenuhan regulasi, melainkan sebagai langkah nyata lintas sektor dalam memetakan, mengidentifikasi, dan menyusun strategi penanganan tengkes (stunting) demi melahirkan generasi masa depan yang sehat dan unggul.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., Penjabat (Pj) Kepala Desa Sejiram Lusia Aneng, S.H. beserta seluruh staf desa, perwakilan Danramil Seberuang, Pendamping Desa Dominikus, Ketua beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Puskesmas Seberuang Romanus, Staf Ahli Gizi Puskesmas Ibu Siti Romlah, serta bapak dan ibu kader posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Pj. Kepala Desa Sejiram, Lusia Aneng, S.H., dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa persoalan stunting memiliki dampak yang sangat luas dan tidak boleh diremehkan.

"Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, melainkan sebuah ancaman serius bagi masa depan generasi kita. Melalui forum rembuk stunting ini, kita berkumpul untuk mengidentifikasi masalah di lapangan secara riil dan menyusun langkah strategis bersama. Penurunan angka stunting memerlukan kerja sama banyak sektor agar program dan rencana yang kita susun tepat sasaran, sehingga anak-anak kita tumbuh sehat menjadi generasi emas," ujar Lusia Aneng.

Senada dengan hal tersebut, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos. mengingatkan esensi utama pelaksanaan rembuk stunting ini berdasarkan payung hukum nasional, sekaligus menyoroti tingkat kehadiran para sasaran utama.

"Rembuk stunting ini bukan hanya formalitas atau syarat administratif semata agar Dana Desa (DD) Tahap 2 bisa cair. Jauh daripada itu, sejak terbitnya Perpres Nomor 72 Tahun 2021, agenda ini sudah menjadi regulasi wajib demi mencegah dampak jangka panjang stunting. Tugas TPK dan KPM adalah melakukan pendampingan ketat kepada remaja putri, calon pengantin (catin), dan ibu hamil. Data dari KPM mengenai warga yang berisiko harus dikawal. Kita juga perlu mengevaluasi, dari tahun 2025 kemarin, mana usulan kegiatan yang belum terealisasi akibat keterbatasan kemampuan anggaran dan kebutuhan desa," tegas Camat Fransiskus.

Camat juga memberikan catatan penting terkait pentingnya keakuratan administrasi domisili bagi para kader posyandu saat melakukan pencatatan di lapangan.

"Saya tekankan kepada para kader, jika ada anak atau warga yang tidak berdomisili tetap di sini atau hanya menumpang sementara, lakukan pencatatan secara teliti. Hasil datanya nanti bisa dialihkan ke desa domisili aslinya, karena data ini sangat sensitif dan berpengaruh besar terhadap fluktuasi naik-turunnya angka stunting di Desa Sejiram," tambahnya.

Kepala Puskesmas Seberuang, Romanus, memaparkan gambaran fluktuasi data stunting khusus untuk wilayah Desa Sejiram yang memerlukan perhatian intensif dari para kader.

"Meskipun secara umum dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren penurunan di Kecamatan Seberuang, namun berdasarkan data terbaru, di Desa Sejiram justru ada kenaikan sebesar 1 persen. Kita harus mencari tahu penyebabnya, mengapa saat pelaksanaan pemantauan status gizi (PSG) ada yang tidak hadir? Koordinasi dan sinkronisasi data antara kader posyandu dan KPM harus ditingkatkan. Anak yang lahir di awal dan akhir tahun 2025 harus didata secara rinci. Khusus untuk anak usia di bawah 2 tahun (baduta) harus terus dicek secara berkala agar potensi stunting bisa dicegah sedini mungkin," terang Romanus.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Staf Ahli Gizi Puskesmas, Ibu Siti Romlah, yang memaparkan materi stunting sekaligus mengajak forum melihat kembali kesepakatan tahun lalu.

"Kita harus melihat apakah kesepakatan tahun lalu sudah terealisasi penuh di tahun ini, karena hal tersebut berdampak langsung pada naik atau turunnya angka stunting. Sasaran yang paling tepat dan tidak boleh luput adalah pemenuhan gizi pada anak di bawah usia 2 tahun serta ibu hamil. Secara keseluruhan, Kecamatan Seberuang ini berhasil konsisten mengalami penurunan angka stunting rata-rata 1 persen setiap tahunnya," jelas Siti Romlah.

Dari sisi regulasi desa, Pendamping Desa Dominikus memaparkan bahwa berdasarkan capaian aplikasi eHDW (Electronic Human Development Worker), pemanfaatan data di Desa Sejiram telah menyentuh angka 73,72 persen. Ia juga meluruskan batasan penggunaan anggaran regulasi stunting desa.

"Berdasarkan surat edaran dinas, rembuk stunting ini idealnya dilaksanakan dari Februari hingga Mei. Namun karena terkendala proses pencairan keuangan desa di awal tahun yang belum ada, hal ini mohon dimaklumi bersama. Perlu kami ingatkan juga bahwa terjadi penurunan pagu Dana Desa secara umum. Saya berikan koreksi, anggaran stunting tidak boleh dicampur untuk program lansia, seperti cek gula darah dan sebagainya, itu harus dikeluarkan dari pos anggaran ini," pungkas Dominikus.

Dalam sesi diskusi interaktif, para kader posyandu aktif menyampaikan sejumlah usulan program kerja strategis yang nantinya akan dituangkan ke dalam Berita Acara (BA) sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan APBD Desa Sejiram Tahun Anggaran 2027.

Beberapa poin usulan prioritas yang disepakati bersama meliputi:

  • Pemberian paket vitamin zat besi dan susu khusus bagi ibu hamil.

  • Pendampingan khusus bagi remaja putri yang putus sekolah.

  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk ibu hamil dan bayi (khususnya untuk optimalisasi PMT berkala dari bulan Januari sampai Mei).

  • Pengadaan tas posyandu bagi kelengkapan kader di lapangan.

  • Pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas kader posyandu.

  • Penyediaan fasilitas dapur posyandu yang layak.

  • Pengadaan alat ukur tinggi badan yang akurat khusus untuk anak usia 0-23 bulan.

Rembuk stunting ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta rapat untuk mengawal penuh program yang telah disepakati demi membebaskan Desa Sejiram dari ancaman stunting di masa mendatang.



Lestarikan Tradisi dan Ritual Leluhur, Gawai Dayak Nyelapat Taun Dusun Belikai Berlangsung Khidmat

 SEBERUANG, KAPUAS HULU – Masyarakat Dusun Belikai, Desa Belikai, Kecamatan Seberuang sukses menggelar pesta panen Gawai Dayak Nyelapat Taun 2026. Acara yang sarat akan nilai budaya dan tradisi leluhur ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kecamatan, tokoh adat, serta ratusan warga dan tamu undangan.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos., Kepala Desa Belikai Ricardus Barce Djawa, Ketua DAD Kecamatan Seberuang, Ketua Adat, Patih Suku Adat Suhaid, Ketua Panitia, serta segenap elemen masyarakat setempat.

Malam puncak gawai ini terasa semakin syahdu dengan adanya selingan penampilan nyanyian dari peraih juara pertama lomba Gawai, serta petikan alat musik tradisional Sape yang dimainkan dengan memukau oleh Bang Didi.

Dalam laporan sekaligus sambutannya, Ketua Panitia Gawai, Jepison, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia menjelaskan bahwa esensi utama gawai ini adalah sebagai bentuk terima kasih atas berkat panen yang melimpah.

"Puji syukur kita panjatkan atas berkat jalannya acara pada malam hari ini. Pesta panen Nyelapat Taun ini bukan sekadar pesta, melainkan wajib kita lakukan sebagai wujud syukur atas kelimpahan hasil panen yang diberikan kepada kita. Selain itu, momentum ini menjadi ajang silaturahmi yang kuat antara sub-suku Dayak demi melestarikan budaya agar anak cucu kita tetap mengenal jati dirinya," papar Jepison.

Dalam kesempatan tersebut, Jepison secara transparan melaporkan keuangan panitia, dengan total pemasukan sebesar Rp14.000.000,00 dan total pengeluaran sebesar Rp10.000.000,00.

Sementara itu, Kepala Desa Belikai, Ricardus Barce Djawa, menyampaikan ucapan selamat gawai kepada warganya dan mengingatkan panitia untuk memperhatikan lokasi acara yang berada di dekat akses publik.

"Atas nama pemerintah desa, saya mengucapkan selamat hari gawai untuk masyarakat Desa Belikai, khususnya Dusun Belikai. Ke depan, acara serupa juga akan diadakan di Dusun Landu. Saya berterima kasih kepada panitia yang setiap tahun konsisten melaksanakan gawai dengan penuh khidmat. Namun, saya berpesan agar keamanan dan ketertiban terus dijaga, jangan sampai jalan umum terganggu karena lokasi acara kita berdekatan dengan jalan raya. Tetap jaga dan jangan mengubah makna asli dari gawai Dayak," imbau Kades Ricardus Barce.

Apresiasi tinggi juga datang dari Camat Seberuang, Fransiskus, S.Sos. Beliau berterima kasih kepada panitia dan warga yang telah bekerja keras selama dua minggu demi menyiapkan acara ini, serta memuji inisiatif panitia dalam mengadakan lomba-lomba tradisional.

"Terima kasih kepada ketua panitia dan Bapak Kades yang telah mengundang kami. Melalui lomba-lomba yang diadakan, kita telah bergerak nyata untuk menggali dan melestarikan kembali budaya nenek moyang kita yang sudah hampir punah. Dengan adanya kegiatan ini, generasi baru yang tadinya tidak tahu menjadi paham akan budaya asli mereka. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Petara/Jubata atas hasil panen, mari kita bersama-sama menjaga ketertiban agar seluruh acara hiburan rakyat berjalan dengan aman," ungkap Camat Fransiskus.

Penegasan mengenai pentingnya esensi adat juga diutarakan oleh Ketua DAD Kecamatan Seberuang. Ia menekankan bahwa inti dari gawai Dayak adalah pemenuhan ritual adat, bukan sekadar hiburan semata.

"Namanya Nyelapat Taun untuk gawai Dayak, maka orang Dayak wajib melakukan ritual adat pada saat gawai dan jangan hanya berfokus pada hiburan (ogt) saja. Kebanggaan bagi Dusun Belikai karena di sini sudah melaksanakan ritual adat dengan baik. Pesan saya kepada anak-anak muda, hiduplah dengan memegang teguh adat istiadat, dan semoga tahun depan kegiatan ini bisa lebih ditingkatkan lagi," tegas Ketua DAD.

Patih Suku Adat Suhaid memberikan pemahaman mendalam mengenai sejarah dan makna dari ritual adat yang dijalankan, agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami esensinya.

"Mungkin ada yang belum paham, ritual adat ini dijalankan menurut kepercayaan leluhur Suku Suhaid. Sebelum kita mengenal agama, adat istiadat inilah yang menjadi pegangan hidup. Sebelum melakukan ritual adat, rangkaian acara ini belum boleh dinyatakan selesai. Dalam bahasa adat Suku Suhaid, Nyelapat Taun adalah bahasa adat untuk transisi dari tahun yang lama menuju tahun yang baru sebagai ucapan terima kasih kepada Alah Tala (Tuhan Yang Maha Esa)," jelas Patih Adat.

Menutup rangkaian sambutan, Ketua Adat Dusun setempat memberikan imbauan keras dan tegas kepada seluruh masyarakat maupun pengunjung yang hadir demi mengantisipasi terjadinya kericuhan.

"Pekan gawai ini adalah ajang silaturahmi, bukan tempat kericuhan, terkhusus bagi kaum muda. Siapa saja yang mengganggu jalannya acara akan langsung dikenakan sanksi adat yang tegas. Menikmati minuman boleh, tetapi jika bertamu dan mabuk hingga mengganggu kenyamanan warga, sanksi adat akan diberlakukan. Termasuk siapapun yang kedapatan melakukan aktivitas perjudian di lokasi ini, akan langsung kita jatuhi sanksi adat," pungkas Ketua Adat dengan tegas


 

Rapat Pembentukan Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Seberuang Berlangsung Kompak dan Optimis

 SEBERUANG, KAPUAS HULU – Pemerintah Kecamatan Seberuang resmi memulai persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026. Hal ini ditandai dengan suksesnya gelaran Rapat Pembentukan Panitia HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan yang diselenggarakan secara musyawarah di Aula Kantor Kecamatan Seberuang pada Selasa, 9 Juni 2026.

Rapat penting ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai elemen strategis. Tampak hadir langsung Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos. , Sekcam Maria Lalandriana, S.Ap. , perwakilan Polsek Seberuang K. Tino , perwakilan Koramil 16 Seberuang Sulasno , Ketua DAD Seberuang Robertus Achiang , Kepala Puskesmas Romanus , serta perwakilan PLKB dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Seberuang.

Sektor pendidikan dan lembaga keuangan juga turut andil, di antaranya Kordik Seberuang A. Jimi , perwakilan K3S, Ketua PGRI Muhamad Adi Mulyana, S.Pd. , Kepala SMAN 1 Seberuang , Kepala SMKN 1 Seberuang, jajaran Kepala Sekolah SMPN 1, 2, dan 3 , para Kepala Sekolah SDN (termasuk SDN 02 Sejiram, Ranyai, Jerenjang, dan Gurung) , Ketua OMK Sejiram Scolastika Irenne , serta perwakilan Bank Kalbar , BRI , Manager CU Lantang Tipo , dan Pimpinan CU Keling Kumang.

Tak ketinggalan, unsur pemerintahan desa turut memperkuat barisan dengan kehadiran Kepala Desa Tanjung Keliling, Pala Kota, Seneban, Emperiang, Bati,  Belikai, serta perwakilan/Pj Kades dari Jerenjang, Nanga Pala, Bekuan,  dan Sejiram 

Dalam sambutan pembukanya, Camat Seberuang Fransiskus, S.Sos. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para peserta. Beliau mengaku terkejut sekaligus bangga melihat tingkat partisipasi tahun ini yang melonjak drastis.

"Saya berterima kasih atas kehadiran dan kesediaan Bapak, Ibu sekalian. Saya tidak menyangka tahun ini jumlah peserta yang hadir jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Terkait waktu pelaksanaan, tahun lalu kita membentuk kepanitiaan di bulan Mei, namun tahun ini baru bisa terlaksana di bulan Juni karena banyak pertimbangan. Kendati demikian, saya kira ini tidak akan menghambat semangat kita untuk memeriahkan HUT RI ke-81," ungkap Camat Fransiskus.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu mulainya rapat dari jadwal undangan semula serta menitipkan pesan penting kepada panitia yang nantinya terpilih.

"Saya berpesan kepada siapapun yang terpilih masuk dalam struktur kepanitiaan, ini adalah sebuah tim. Semua harus saling mendukung dan bekerja sama. Agar memudahkan koordinasi ke depan, mari kita manfaatkan grup WhatsApp," tambah Camat.

Sinergitas yang kuat juga ditunjukkan oleh jajaran TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Seberuang. Perwakilan Polsek Seberuang menyampaikan permohonan maaf dari Kapolsek yang berhalangan hadir langsung karena agenda di Polres, sekaligus menegaskan kesiapan mereka dalam mengawal rangkaian acara.

"Polsek Seberuang mendukung penuh dan siap bersinergi dengan segenap elemen masyarakat untuk menyukseskan perayaan HUT RI ini," tegas perwakilan Polsek Seberuang.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Danramil 16 Seberuang juga menyampaikan permohonan maaf dari Danramil yang sedang sibuk mengurus kegiatan KDMP. Pihaknya memberikan saran taktis agar pelaksanaan upacara kemerdekaan dirancang semeriah mungkin.

"Untuk pemilihan petugas Paskibra, kita prioritaskan dari siswa-siswi SMA dan SMK yang ada di Seberuang. Kami juga menyarankan agar perlengkapan Paskibra jika bisa mulai dianggarkan dan dilengkapi dengan baik," saran perwakilan Danramil.

Agenda utama rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi musyawarah pemilihan inti kepanitiaan. melalui diskusi yang dinamis, forum akhirnya sepakat menunjuk Muhamad Adi Mulyana, S.Pd. (Ketua PGRI Seberuang) sebagai Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Seberuang tahun 2026.

Sebagai Ketua Panitia terpilih, Muhamad Adi Mulyana mengaku terharu atas kepercayaan besar yang diberikan oleh seluruh forum lintas instansi tersebut.

"Baru kali ini saya dipercaya menjadi ketua panitia tingkat kecamatan. Jika ke depan ada salah kata atau kekurangan dalam memimpin, saya mohon koreksinya. Secara pribadi saya berharap kita semua bisa bekerja kompak bersama-sama demi mengharumkan nama baik Kecamatan Seberuang. Pertemuan pertama ini sungguh luar biasa karena dihadiri oleh komponen yang cukup banyak," tutur Adi Mulyana dengan optimis.

Menutup jalannya musyawarah, Camat Seberuang kembali menegaskan bahwa rencana kegiatan yang besar tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya komitmen kebersamaan dan dukungan realisasi anggaran.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan agenda penyusunan draf awal Surat Keputusan (SK) Panitia. Untuk saat ini, penandatanganan berita acara dan penerbitan SK resmi masih ditunda karena pengurus memberikan kesempatan bagi tiap seksi untuk melakukan penambahan dan perampingan nama-nama anggota. Setelah seluruh struktur kepanitiaan dinyatakan final dan mengakomodasi semua elemen, SK tersebut baru akan dicetak dan didistribusikan secara resmi